Minggu, 18 Mei 2014

Boleh Ga Ya?

Hai hai.. Selamat hari minggu! Kami mau bercerita tentang hari minggu pertama kami di bulan mei ini. Cerita late post nih tapi isinya masih up to date dengan kehidupan remaja gaul seperti kita. Persekutuan Pra Remaja Adisucipto membahas tema tentang “Mana Yang Boleh”. Pembincangan kami pada hari minggu itu seru juga lho. Kami ingin berbagi hasil pembelajaran kami dengan teman-teman semua di blog ini. Selamat menikmati ya! Semoga jadi berkat ^-^


Boleh, Tidak, Boleh, Tidak
Ada lima orang yang bertugas dalam persekutuan kemarin. Laras, Selda, dan Felis sebagai pembawa acara alias emsi yang unyu-unyu. Lalu ada juga Daniel sebagai gitaris sejati Pra Remaja dan Tante Alemyta Ginting sebagai pengisi renungan.

Tante Myta memulai renungan dengan mengajak kami berdiskusi tentang delapan hal yang populer di kalangan remaja. Pesta, merokok, ekstasi, nonton ke bioskop, pergi ke pub, pergi ke diskotik, karaoke dan menonton film porno. Kami diminta untuk berpendapat apakah kedelapan hal tersebut boleh atau tidak boleh dilakukan. Jika hal tersebut boleh dilakukan, apa alasannya?

Jujur, jawaban kami bervariasi sekali. Ada beberapa di antara kami yang mudah dan ada juga yang kesulitan merangkai alas an untuk sesuatu yang boleh kami lakukan. Jawaban setiap kami (sepertinya) tidak ada yang sama persis plek.. plek.. plek. Misalnya saja berpendapat pergi ke pesta itu sah-sah, pergi ke bioskop sendirian agak berbahaya, karaoke itu cuma untuk orang besar, dan masih banyak lagi.

Diskusi berlanjut ke kelompok kecil. Kami dipisah antara kelompok cowok dan kelompok cewek. Topik pembahasan berlanjut ke hal-hal yang sifatnya lebih khusus. Kelompok cowok membahas beberapa aktifitas yang banyak menjadi sumber kejatuhan di kalangan laki-laki sepeti merokok, menonton film porno, dan beberapa hal lainnya. Sementara itu, kelompok cewek berdiskusi tentang hal-hal yang khas cewek banget sepeti pesta pora, berpakaian seksi, ramalan bintang, dan hal-hal umum lainnya. Sekali lagi jawaban kami tidak sepenuhnya sama.

Jawaban kami memang beda-beda. Tidak semuanya sama karena standar kebenaran antara kami memang berbeda. Tante Myta menjelaskan, masa remaja memang masa dimana ada banyak hal baru yang terasa menarik. Remaja merupakan masa dimana anak-anak mulai beranjak dewasa dan tidak terlalu tertarik lagi dengan hal yang anak-anak banget. Tiba-tiba lawan jenis menjadi sesuatu yang terlihat dan terasa menarik. Minuman beralkohol atau rokok terkesan sepeti sesuatu yang keren. Bergaya glamor membuat seseorang menjadi terlihat wow dan fantastik. Dunia sosial media menjadi benda wajib agar bisa eksis di pergaulan.

Semua itu salah ga sih? Boleh ga kita lakukan? Bahkan Tante Myta sendiri bilang, dulu dia juga sempat merasa kebingungan waktu berada di usia yang sama dengan kami. Dia membagi tips kepada kami bagaimana cara menentukan apakah suatu hal boleh atau tidak boleh dilakukan.

Cek.. Cek.. Cek.. 
Surat Paulus untuk jemaat di Korintus bisa menjadi panduan kita. Jika kita melihat 1 Korintus 10:23-11:1 , jemaat di Korintus juga mengalami kebingungan yang sama seperti remaja seperti kita. Kala itu Kota Korintus dipenuhi berbagai hal yang rusuh banget. Sebut saja pemujaan kepada dewa berhala, … Sebagian dari jemaat Korintus mengalami kebingungan menentukan apakah sesuatu itu boleh atau tidak boleh dilakukan.


Rasul Paulus yang tengah berkunjung ke Kota Korintus memberikan penjelasan atas kebingungan tersebut. Ada tiga hal yang bisa menjadi pertanyaan penentuan. Pertama, apakah hal tersebut berguna dan membangun kita sendiri. Kedua, apakah hal tersebut dapat memuliakan Allah? Ketiga, apakah hal tersebut dapat mendatangkan keuntungan bagi orang lain?

So, teman-teman jangan bingung lagi yang untuk menentukan mana yang boleh dan mana yang tidak. Tinggal itung ceklis dari tiga hal pertanyaan di atas. Semoga kita bisa menjadi remaja yang oke di mata Tuhan dan sesame kita. Peace, love, and gaul from Jogja!

“Semua itu boleh tetapi tidak semua itu berguna. Segala sesuatu boleh tapi tidak semua membangun”
-1 Kor 10:23

(evp)


Leave a Reply