#Post Title #Post Title #Post Title
Jumat, 04 Juli 2014

Jangan Lelah Bekerja di Ladang Tuhan

Minggu kelima Juni 2014. Waktunya untuk kami pelayanan di Kebaktian Umum. Tapi kali ini kami kami tidak menjadi petugas kebaktian. Kami memberikan persembahan pujian saja karena keterbatasan tenaga dan personel. Hahahaha.. Iya nih soalnya kami baru memanfaatkan waktu liburan sekolah kami dengan mengadakan Retreat "I Will Never Leave You Alone" di Kaliurang kemaring. Kami udah mengira akan kehabisan tenaga karena itu Tante Myta & Kak Evi memutuskan agar kami mengisi pujian aja. Ternyata... Gak kalah degdegan juga! Hahahaha..

Kami membawakan lagu "Jangan Lelah" yang kalo ga salah diciptain oleh Franky Sihombing. Selama persiapan, kami dibantu oleh Tante Chandra, Mamanya Laras. Tante Chandra sangat membantu kami dalam menata harmonisasi suara, gerak, dan penampilan. Gerakannya tidak terlalu heboh tapi semangat. Pemecahan suara oleh Mia dan Laras yang spesialis di nada tinggi membuat lagu kami terasa berbeda. Kami makin terlihat luar biasa karena kami kompak mengenakan kemeja batik untuk cowo dan gaun batik untuk cewe. Hahahaha.. Tetep pede walaupun kami agak maluuu.. Yang penting, terus semangat melayani Tuhan!



Terimakasih Tuhan. Terimakasih Tante Chandra. Terimakasih Tim Ibadah. Semoga lagu ini mengingatkan kami untuk lebih semangat bertumbuh dan bekerja di ladang Tuhan. Tuhan memberkati kita semua. Salam manis dari kami di Jogja. 




"Jangan lelah bekerja di ladangNya Tuhan
Roh Kudus yg bri kekuatan
yang mengajar dan menopang
Tiada lelah bekerja bersamaMu Tuhan
yang selalu mencukupkan akan segalanya

Ratakan tanah bergelombang
timbunlah tanah yang berlobang
menjadi siap dibangun diatas dasar iman"
  
[ Read More ]
Jumat, 27 Juni 2014

I Will Never Leave You Alone

Hey guys! We are coming back again. Kali ini kami mau bercerita tentang Retreat kami pada Senin-Selasa, 23-24 Juni kemarin. Kami mengadakan retreat pada akhir tahun ajaran baru. Sengaja memang. Kami ingin bersyukur atas satu tahun ajaran yang telah berlalu dan bersiap memulai tahun ajaran yang baru. Ada yang naik ke kelas 7, ada yang naik ke kelas 8, dan ada yang naik ke kelas 9. Ini juga berarti ada anak-anak baru yang akan masuk ke kelas Pra Remaja Pos Jemaat Adisucipto tercinta.

Tema Retreat kami "I Will Never Leave You Alone". Acara berlangsung di Villa Millenium, Kaliurang, Yogyakarta. Senang rasanya kami akhirnya bisa melangsungkan retreat yang sudah kami persiapkan sejak April 2014. Kami sempet deg-degan karena Tante Myta dan Kak Evi harus menjalani operasi bersamaan tepat beberapa hari sebelum hari H. Puji Tuhan semua tetap berlangsung dengan penuh anugrah dari Tuhan. Pesertanya ada 15 orang dari kelas Pra Remaja dan Kelas Besar yang akan naik ke Kelas Pra Remaja. 



Sepanjang retreat ini kami belajar untuk memahami siapakah diri kami yang sebenarnya. Kami belajar untuk mengenal kelemahan dan kekuatan kami, mengenal hal-hal yang kami sukai dan tidak sukai, hingga mengetahui sesuatu yang bermakna dan tidak  bermakna dalam hidup kami. Kami juga mencoba mengingat berbagai pengalaman menarik yang penuh sukacita maupun pengalaman yang membuat kami terpuruk. 

Setiap kami memiliki jawaban yang berbeda-beda. Ada beberapa di antara kami yang sangat mudah menganalisa diri kami sendiri. Tapi tidak jarang ada yang benar-benar kesulitan memahami hidup kami sendiri. Ternyata, memahami diri sendiri itu sulit juga ya. Untungnya Om Hadyan yang menjadi salah satu pengisi sesi di Retreat membolehkan kami berdiskusi dengan orang-orang di sekitar kami. Mereka membantu kami untuk memahami orang seperti apakah kami ini. 

Suka, duka, pahit, manis, dan harapan ada di dalam hidup kami. Dalam retreat ini kami belajar untuk megingat bahwa kami tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain. Hidup kami memang tidak sepenuhnya mulus. Jika digambarkan dalam diagram garis, lintasan zigzag kami naik turun dengan curam. Sepertinya tidak ada hidup yang flat alias datar-datar saja.

Minder? No way! Kami diingatkan bahwa Tuhan selalu menerima kami apa adanya. Apapun kondisi kami, Tuhan selalu memandang kami super spesial. Dia menjaga kami seperti Dia menjaga biji mataNya. Keren ya! Hidup kami memang terkadang penuh luka dan minus di sana-sini. Dalam retreat ini, kami berkomitmen untuk menjadi anak Tuhan yang lebih baik. Komitmen kami ga muluk-muluk. Ada yang berkomitmen untuk mau bangun pagi, ga bertengkar dengan adik, belajar lebih baik (sekalipun itu pelajaran matematika :D ), mendengarkan perkataan orangtua, dan masih banyak lagi. 




Terimakasih Tuhan untuk tidak pernah meninggalkan kami sendirian. Terimakasih untuk retreat ini. Terimakasih untuk teman-teman seiman yang akan terus mendampingi kami untuk terus berjalan dalam Kristus. Terimakasih GKI Gejayan Pos Jemaat Adisucipto, Terimakasih Kak Mervi dan Kak Agnes. Terimakasih Om Joko dan Tante Ully. Terimakasih Om Hadyan, Om Wisnu, dan Kak Ruben. Sampai bertemu di retreat selanjutnya. Semoga retreat selanjutnya bisa lebih baik dan lebih lama waktunya. 

Tuhan memberkati kita semua. Peace, love and gaul dari Jogja!
   
Galeri foto Retreat kami yang lebih lengkap bisa dilihat di 
[ Read More ]
Senin, 23 Juni 2014

sampe TKP

Lanjut cerita tadi sampe di TKP
sampe di TKP kita nunggu tempat wismanya abis di pake orang....

dimana tempatnya? tempatnya di wisma millenium

Foto 1: Plang wisma Millenium


pas nunggu wisma di bersihkan kita yang cowok cowok main bola dulu ah...
ni fotonya 

Foto 2: nendang bola

Foto 3:ehh....bolanya lari kemana thu?

Foto :4david lagi nendang
Foto 5:lagi lagi david nendang bola
Foto 6:arbi vs eddy nendang bola
Foto 7: David lagi ngaya
ehh ngomong ngomong tukang dokummentasinya mana kok gak keliatan sejak berangkat. maklum foto foto temen temenya.
kalo mau liat cerita selanjutnya liat aja artikel berikutnya....

[ Read More ]

Waktu Berangkat Retreat

Halo Guys,...
ini dia kami pra remaja saat retreat di kaliurang....

sebelum kami ke TKP kami ke gereja berangkat jam 11.00WIB....
nih foto-foto kita waktu mau berangkat..

Foto 1 Daniel,Eddy,Om Joko

Foto 2 Arbi
Foto 3 Miko


kalo mau liat cerita selanjutnya liat aja bagian 2 ya....
[ Read More ]
Jumat, 06 Juni 2014

Menjaga Kekudusan

Kekudusan merupakan suatu hal yang penting. Tidak terkecuali bagi para pra remaja yang mengaku percaya kepada Kristus.  Namun dalam kehidupan sehari-hari, sulit rasanya untuk menjaga hidup kita untuk tetap kudus.

Tante Myta yang menjadi pengisi renungan dalam Persekutuan Pra Remaja pada Minggu (1/6) lalu mengutip pernyataan teolog bernama Jerry Bridges yang membuat konsep tentang Pursuit of Holiness. Menurut Bridges, ada tiga problema terkuat yang membuat manusia sulit mempertahankan kekudusan.

Pertama, manusia terlalu berpusat pada diri sendiri. Kedua, manusia mengira bahwa dirinya tidak perlu ambil bagian dalam usaha mempertahankan kekudusan. Ketiga, manusia menyepelekan dosa dengan memilah antara dosa kecil dan dosa besar. So, mari kita menjadi kudus karena Tuhan itu kudus.***



[ Read More ]

Ikut Retreat Pra Remaja Yuks!


[ Read More ]
Minggu, 18 Mei 2014

Boleh Ga Ya?

Hai hai.. Selamat hari minggu! Kami mau bercerita tentang hari minggu pertama kami di bulan mei ini. Cerita late post nih tapi isinya masih up to date dengan kehidupan remaja gaul seperti kita. Persekutuan Pra Remaja Adisucipto membahas tema tentang “Mana Yang Boleh”. Pembincangan kami pada hari minggu itu seru juga lho. Kami ingin berbagi hasil pembelajaran kami dengan teman-teman semua di blog ini. Selamat menikmati ya! Semoga jadi berkat ^-^


Boleh, Tidak, Boleh, Tidak
Ada lima orang yang bertugas dalam persekutuan kemarin. Laras, Selda, dan Felis sebagai pembawa acara alias emsi yang unyu-unyu. Lalu ada juga Daniel sebagai gitaris sejati Pra Remaja dan Tante Alemyta Ginting sebagai pengisi renungan.

Tante Myta memulai renungan dengan mengajak kami berdiskusi tentang delapan hal yang populer di kalangan remaja. Pesta, merokok, ekstasi, nonton ke bioskop, pergi ke pub, pergi ke diskotik, karaoke dan menonton film porno. Kami diminta untuk berpendapat apakah kedelapan hal tersebut boleh atau tidak boleh dilakukan. Jika hal tersebut boleh dilakukan, apa alasannya?

Jujur, jawaban kami bervariasi sekali. Ada beberapa di antara kami yang mudah dan ada juga yang kesulitan merangkai alas an untuk sesuatu yang boleh kami lakukan. Jawaban setiap kami (sepertinya) tidak ada yang sama persis plek.. plek.. plek. Misalnya saja berpendapat pergi ke pesta itu sah-sah, pergi ke bioskop sendirian agak berbahaya, karaoke itu cuma untuk orang besar, dan masih banyak lagi.

Diskusi berlanjut ke kelompok kecil. Kami dipisah antara kelompok cowok dan kelompok cewek. Topik pembahasan berlanjut ke hal-hal yang sifatnya lebih khusus. Kelompok cowok membahas beberapa aktifitas yang banyak menjadi sumber kejatuhan di kalangan laki-laki sepeti merokok, menonton film porno, dan beberapa hal lainnya. Sementara itu, kelompok cewek berdiskusi tentang hal-hal yang khas cewek banget sepeti pesta pora, berpakaian seksi, ramalan bintang, dan hal-hal umum lainnya. Sekali lagi jawaban kami tidak sepenuhnya sama.

Jawaban kami memang beda-beda. Tidak semuanya sama karena standar kebenaran antara kami memang berbeda. Tante Myta menjelaskan, masa remaja memang masa dimana ada banyak hal baru yang terasa menarik. Remaja merupakan masa dimana anak-anak mulai beranjak dewasa dan tidak terlalu tertarik lagi dengan hal yang anak-anak banget. Tiba-tiba lawan jenis menjadi sesuatu yang terlihat dan terasa menarik. Minuman beralkohol atau rokok terkesan sepeti sesuatu yang keren. Bergaya glamor membuat seseorang menjadi terlihat wow dan fantastik. Dunia sosial media menjadi benda wajib agar bisa eksis di pergaulan.

Semua itu salah ga sih? Boleh ga kita lakukan? Bahkan Tante Myta sendiri bilang, dulu dia juga sempat merasa kebingungan waktu berada di usia yang sama dengan kami. Dia membagi tips kepada kami bagaimana cara menentukan apakah suatu hal boleh atau tidak boleh dilakukan.

Cek.. Cek.. Cek.. 
Surat Paulus untuk jemaat di Korintus bisa menjadi panduan kita. Jika kita melihat 1 Korintus 10:23-11:1 , jemaat di Korintus juga mengalami kebingungan yang sama seperti remaja seperti kita. Kala itu Kota Korintus dipenuhi berbagai hal yang rusuh banget. Sebut saja pemujaan kepada dewa berhala, … Sebagian dari jemaat Korintus mengalami kebingungan menentukan apakah sesuatu itu boleh atau tidak boleh dilakukan.


Rasul Paulus yang tengah berkunjung ke Kota Korintus memberikan penjelasan atas kebingungan tersebut. Ada tiga hal yang bisa menjadi pertanyaan penentuan. Pertama, apakah hal tersebut berguna dan membangun kita sendiri. Kedua, apakah hal tersebut dapat memuliakan Allah? Ketiga, apakah hal tersebut dapat mendatangkan keuntungan bagi orang lain?

So, teman-teman jangan bingung lagi yang untuk menentukan mana yang boleh dan mana yang tidak. Tinggal itung ceklis dari tiga hal pertanyaan di atas. Semoga kita bisa menjadi remaja yang oke di mata Tuhan dan sesame kita. Peace, love, and gaul from Jogja!

“Semua itu boleh tetapi tidak semua itu berguna. Segala sesuatu boleh tapi tidak semua membangun”
-1 Kor 10:23

(evp)


[ Read More ]